WISATA TAMAN GAJAH DESA TARO
Taman Gajah Taro
Di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, kurang lebih 40 Km. Dari Kota Denpasar, ada sebuah hutan desa yang dihuni oleh sekelompok binatang sapi/lembu putih. Binatang ini sangat dikeramatkan dan disucikan oleh masyarakat sekitarnya maupun masyarakat Bali pada umumnya, karena binatang ini merupakan sarana pelengkap (saksi) upacara di Bali yaitu Ngasti (dan yang setingkat dengan upacara itu). Lembu Putih ini dibawa ke tempat upacara dan oleh penyelenggara upacara dituntun mengelilingi areal/tempat upacara mulai dari arah timur ke selatan dan seterusnya
berkeliling sebanyak tiga kali, kemudian berakhir atau selesai di timur. Upacara ini disebut dengan Upacara Mepada (Maideran/Purwa Daksina). Setelah Upacara tersebut selesai Lembu Putih dikembalikan lagi ke hutan Desa Taro, tentunya sebelum dan sesudahnya telah disuguhi berbagai sesajian. Tetapi dengan keindahan alam pedesaan Taro yang sangat menarik, dewasa ini atas usaha seorang investor dan tentunya dengan persetujuan dari Pihak Pemerintah Daerah Tingkat II Gianyar, di sebelah areal hutan sapi/lembu putih Taro, juga telah dikembangkan sebuah atraksi wisata baru yaitu Trakking Gajah. Para wisatawan dapat menaiki gajah berkeliling hutan dengan melewati lorong / jalan setapak di sekitar Desa Taro. Bila diinginkan wisatawan dapat berenang (bermain di air) dengan gajah didalam kolam yang sudah tersedia.
Taman Gajah Taro dibuat pada tahun 1989, bermula dari ide pasangan suami isteri Nigel Mason dan Yanie. Mereka bersama-sama mengembangkan Taman Safari Gajah hingga menjadi terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan saat ini, baik domestik maupun mancanegara.
Tidak hanya suasana taman yang menawan, Taman Gajah Taro dilengkapi juga dengan berbagai fasilitas, antara lain: restaurant, toko souvenir, museum dan pusat informasi, hotel dan bungalow, butik, spa, gazebo, kolam renang, helipad, area parkir yang luas serta masih banyak lagi fasilitas lainnya. Hal ini ditujukan untuk memberikan kepuasan maksimal bagi pengunjung yang datang.
berkeliling sebanyak tiga kali, kemudian berakhir atau selesai di timur. Upacara ini disebut dengan Upacara Mepada (Maideran/Purwa Daksina). Setelah Upacara tersebut selesai Lembu Putih dikembalikan lagi ke hutan Desa Taro, tentunya sebelum dan sesudahnya telah disuguhi berbagai sesajian. Tetapi dengan keindahan alam pedesaan Taro yang sangat menarik, dewasa ini atas usaha seorang investor dan tentunya dengan persetujuan dari Pihak Pemerintah Daerah Tingkat II Gianyar, di sebelah areal hutan sapi/lembu putih Taro, juga telah dikembangkan sebuah atraksi wisata baru yaitu Trakking Gajah. Para wisatawan dapat menaiki gajah berkeliling hutan dengan melewati lorong / jalan setapak di sekitar Desa Taro. Bila diinginkan wisatawan dapat berenang (bermain di air) dengan gajah didalam kolam yang sudah tersedia.
Taman Gajah Taro dibuat pada tahun 1989, bermula dari ide pasangan suami isteri Nigel Mason dan Yanie. Mereka bersama-sama mengembangkan Taman Safari Gajah hingga menjadi terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan saat ini, baik domestik maupun mancanegara.
Tidak hanya suasana taman yang menawan, Taman Gajah Taro dilengkapi juga dengan berbagai fasilitas, antara lain: restaurant, toko souvenir, museum dan pusat informasi, hotel dan bungalow, butik, spa, gazebo, kolam renang, helipad, area parkir yang luas serta masih banyak lagi fasilitas lainnya. Hal ini ditujukan untuk memberikan kepuasan maksimal bagi pengunjung yang datang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar